Berita duka akibat pergaulan bebas kembali viral di media sosial. Sepasang kekasih yang sama-sama kuliah di universitas negeri Islam putus hubungan, bukan karena hijrah, tetapi karena pembunuhan sadis yang dilakukan sang pacar.
Dilansir dari TRIBUNNEWS.COM, mahasiswi UIN Alauddin, Asmaul Husna (23) tewas di tangan kekasihnya sendiri, Ridhoyatul Khaer (21). Asmaul Husna yang disibukkan dengan pengurusan skripsi untuk gelar sarjananya, tewas mengenaskan Jumat (14/12/2019). Ia tewas dibekap bantal dengan luka sabetan pisau dapur di bagian leher.
Pelakunya bukanlah orang jauh. Melainkan Ridhoyatul Khaer (21), sang kekasih yang masih satu kampus dengannya, kini duduk di bangku kuliah Jurusan Perbankan Syariah UIN Alauddin, Makassar. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Yubisono, memastikan, motif pembunuhan Husna oleh pacarnya lantaran persoalan janin yang dikandung.
Asmaul Husna yang sudah hamil empat bulan itu meminta pacarnya Ridhoyatul Khaer untuk bertanggungjawab. Ridhoyatul yang panik mendengar permintaan Asmaul Husna pun nekat menghabisi nyawa mahasiswi semester akhir jurusan Akutansi itu.
Pacaran Membawa Malapetaka
Berita-berita seperti inilah yang membuat para aktivis dakwah remaja tak pernah henti mensosialisasikan bahayanya pacaran dan pergaulan bebas kepada para remaja. Rasa sayang para aktivis pada generasi milenial membuat mereka tetap berdakwah meski dikatakan ketinggalan zaman, kuper, atau olok-olok sejenis lainnya.
Pacaran memang tidak akan pernah memberikan kebaikan atau maslahat. Jika ada, maka itu merupakan tipu daya yang dilakukan Iblis demi menghasut manusia, yang memang memiliki kemampuan menjadikan indah perbuatan-perbuatan kemaksiatan, sebagaimana firman Allah:
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.
Padahal yang namanya pacaran itu hanyalah membawa malapetaka, disebabkan sedikitnya 7 dosa yang berkumpul pada aktivitas-aktivitas pacaran tersebut. Apa saja dosa pacaran?
Pertama, khalwat. Khalwat adalah berdua-duaan antara pria dan wanita yang bukan mahram sehingga tidak ada yang bisa hadir di tengahnya tanpa adanya izin. Sudah rahasia umum di zaman now para remaja lebih suka pacaran di tempat-tempat sepi. Saking nafsunya sampai akalnya sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Banyak kasus mereka berpacaran di gubug, kebun pisang, kamar kos-an, sampai kuburan. Kalau sudah berkhalwat, serasa dunia hanya milik berdua saja, yang lain cuma ngontrak.
Kedua, ikhtilath. Ikhtilath adalah pertemuan dan interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahram. Ikthilath hukum asalnya haram, kecuali ikhtilath yang dibolehkan syara’ seperti jual beli atau perkara medis.
Ketiga, pandangan yang liar. Pacaran zaman sekarang semakin liar dan vulgar. Kebanyakan diantara mereka bahkan mau memperlihatkan aurat hingga bagian intim atas dasar rasa sayang. Kasus-kasus ini sudah banyak terjadi di Barat, dan selalu yang dirugikan adalah kaum perempuan. Mereka di-blackmail/diancam jika tidak ingin disebar foto-fotonya maka harus selalu menuruti keinginan si pacar. Bodohnya, sudah banyak kejadian seperti ini tapi tetap aja kasus ini terjadi.
Keempat, bersentuhan. Pacaran zaman now seperti nya sudah putus urat malunya. Banyak remaja peluk-pelukan, pegangan tangan, bahkan sampai ciuman di tempat umum. Padahal dalam setiap sentuhan tersebut, iblis sedang bertepuk tangan dan gembira ria karena semakin mendekatkan dia padanya.
Kelima, chattingan. Chatting yang tidak syar’i dilakukan oleh remaja-remaja yang berpacaran. Kata-kata seperti sayang-sayang an, baby-baby an, bahkan ada juga yang kearab-araban yaitu akhi-ukhty an atau ummi-abi an. Mungkin dikiranya dosanya ngurang kali yak? Padahal chatting seperti itu tetap saja haram dilakukan karena bagian dari ikhtilath yang tidak syar’i.
Keenam, dosa pikiran. “Mau makan, teringat padamu. Mau tidur, teringat padamu…” Hehe, angkatan 80-an pasti tahu banget lagu Evie Tamala yang satu ini. Zaman now ini memang orang yang pacaran selalu teringat pada pacarnya, bahkan dijadiin wallpaper hp, foto profil medsos, atau diprint lalu dimasukin ke dompet. Anehnya terhadap Yang Maha Pencipta kok malah jarang inget ya?
Ketujuh, perzinahan. Inilah dosa besar yang terjadi pada para aktivis pacaran. Berita di muqadimah hanyalah puncak gunung es, masih banyak lagi kasus-kasus perzinahan (yang juga membawa pada dosa besar lainnya) di kalangan remaja dan pemuda. Saking besarnya dosa zina dalam Islam, pelakunya pun wajib dihukum dengan hukuman yang sangat berat; jika sudah menikah maka ia dirajam, sementara jika belum menikah maka ia dicambuk. Tetapi berbeda dengan kasus pemerkosaan, maka pemerkosa saja yang wajib dihukum sementara korban harus dilindungi Daulah.
Nah, sudah jelaskan betapa besarnya dosa pacaran? Kalau kamu sudah mengetahui betapa besarnya dosa dan malapetaka yang dibawa pacaran, maka kewajiban kamu adalah memberitahu sahabat dan saudara kamu yang masih pacaran agar mereka meninggalkan aktivitas tersebut dan hijrah kembali kepada jalan yang diridhoi Allah.
Penulis: Ihsan Tampubolon














