Opini: Kunci Keberanian dan Keistiqamahan para Pejuang Dakwah

0
608

Bro and sis, hari demi hari kita menyaksikan para pejuang dakwah mengalami cobaan dan ujian yang semakin berat. Ada yang dipersekusi dan dibubarkan forum kajiannya. Ada yang diintimidasi dan diinterogasi padahal bukan oleh yang berwenang. Bahkan ada pula yang dilaporkan dan dikriminalisasi. Padahal, apa yang dianggap ‘kesalahan’ yang mereka lakukan di negeri ini hanya satu: karena mereka BERDAKWAH.

Jika mereka berdakwah hanya seputar tadzkiyatun nafs, barangkali tidak ada yang mempersekusi mereka. Jika mereka tidak berbicara tentang kezaliman penguasa, barangkali tidak ada yang mengintimidasi mereka. Jika mereka hanya berdiam diri atas kerusakan yang terjadi di negeri ini, barangkali tidak ada yang melaporkan bahkan mengkriminalisasi mereka. Dan itu sudah dipahami bersama, tapi apa yang membuat mereka berani dan istiqamah, bahkan mewaqafkan diri mereka di jalan dakwah ini?

Pertama, ketaatan pada perintah Allah untuk beramar makruf nahi munkar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS Ali Imran [3] ayat 104)

Ini adalah misi yang agung yang Allah berikan bagi siapa saja yang hendak memenuhi perintah-Nya, termasuk kamu, Bro and Sis. Dakwah secara jama’ah yang tentunya menyasar pada apa problematika terbesar yang dialami umat Islam saat ini, yaitu tidak diterapkannya syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah.

Yakinlah, bahwa umat Islam yang mengambil peranan dalam dakwah ini tidak akan dibiarkan oleh orang-orang yang membuat kemungkaran dan kerusakan di negeri ini. Tapi karena keimanan yang digenggam oleh para pengemban dakwah, hal tersebut tidak menjadi persoalan sedikitpun.

Kedua, yakin akan janji Allah atas kekuasaan bagi orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS an-Nur [24] ayat 55)

Jika hari ini kita menyaksikan bahwa para kapitalis serta para penguasa zalim menguasai dunia, yakinlah bahwa itu akan segera berakhir saat Allah menghendakinya dalam waktu singkat. Sudah jelas sejelas cahaya matahari kerapuhan kekuasaan yang mereka miliki. Resesi, ketimpangan hukum, amburadulnya penanganan kesehatan dan kesejahteraan, itu semua membuat masyarakat seluruhnya jengah dengan apa yang terjadi saat ini. Mereka berusaha menggapai permukaan berusaha mencari solusi, dan disaat itulah para pengemban dakwah menawarkan solusi dari Zat Yang Maha Agung berupa syariat Islam ini.

Kekuasaan yang hendak diraih ini bukanlah berasal syahwat maupun ambisi, melainkan kekuasaan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah yang menjadi solusi bagi seluruh problematika manusia. Sederhananya, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan manusia, Allah yang tahu apa kelemahan manusia, dan Allah pula yang tahu apa solusi yang paling jitu untuk manusia.

Ketiga, kerinduan yang besar pada Rasulullah Muhammad shalallahu wa’alaihi wa salam. Apa yang dialami oleh para pengemban dakwah saat ini sesungguhnya dialami juga oleh Rasulullah dan para sahabat dalam perjalanan dakwahnya. Bahkan, apa yang dialami oleh Rasulullah jauh lebih sulit dibandingkan dengan masa ini.

Kita berharap kelak kita dikumpulkan oleh Allah bersama Rasulullah dan para sahabat, sehingga kita bisa menumpahkan segala curahan hati kita pada baginda Rasul, bahwa kita adalah para penerus dakwah beliau yang mengalami berbagai kesulitan dan kepahitan dunia, namun semua kesulitan tersebut akan sirna saat kita berada di dalam jannah-Nya bersama Rasulullah dan para pengemban dakwah, Insya Allah. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here