Podcasts #03: For The Greater Good

0
459

Slogan “Shinzou Sasageyo” menjadi ciri khas anime “Attack on Titan” untuk mengobarkan semangat jiwa raga dalam melawan musuh yang bahkan jauh lebih besar dari ukuran manusia.

Pada Rabu malam ini, Teman Surga mengadakan acara “podtaku” (podcast tentang otaku) dengan judul “For The Greater Good”, yang terinspirasi dari anime “Attack on Titan”. Bersama Kak Nazhim sebagai MC, kita akan membahas ilmu Islam dalam ranah anime dengan Kang Alkaito dan Kang Hikari-san sebagai pemateri. Bismillah, ikou ze!

Sebagai permulaan, Kang Alkaito membahas anime “Attack on Titan” terlebih dahulu. Secara umum, anime ini memberikan banyak pelajaran hidup seperti mengenai jati diri, kemampuan bertahan hidup, pengungkapan misteri, pengorbanan, dan bahkan ideologi, dengan alur cerita yang menarik. Dalam podcast kali ini, kita akan berfokus pada konsep “the greater good”, yaitu perjuangan untuk mencapai kebaikan di atas kebaikan.

Dalam anime “Attack on Titan”, ada karakter bernama Erwin Smith. Tokoh ini memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa. Melalui pidato perangnya, Erwin mampu memotivasi dan menggerakkan banyak pasukan bahkan membuat mereka bersedia mengorbankan nyawa mereka. Saat sekarat pun, Erwin masih memprioritaskan salah satu pasukannya untuk diselamatkan terlebih dahulu dibanding dirinya. “Dia memberikan kepercayaan kepada pengikutnya untuk meneruskan mimpinya dalam menemukan kebenaran di dunia luar,” jelas Kang Alkaito.

Adegan paling berkesan bagi Kang Hikari-san adalah ketika para tokoh melindungi tembok beserta kota yang ada di dalamnya. “Puncak kebaikan dalam anime ini adalah ketika mereka menjadi Pasukan Pengintai yang memberikan pengorbanan nyawa terbesar,” kata Kang Hikari-san. Hal ini mengingatkannya pada dunia dakwah masa kini yang juga memerlukan pengorbanan diri dalam usaha menyebarkan kebaikan dan kebenaran. Masya Allah…

Kang Alkaito menegaskan bahwa sebagai muslim, pengorbanan kita haruslah sesuai dengan hukum syara’ (hukum Islam) agar tidak ada perbedaan makna pengorbanan bagi setiap orang yang dapat mengaburkan makna sebenarnya. “Ada batasannya. Ada dinding-dinding yang harus kita jaga agar tidak tertembus oleh para ‘titan’ yang menggoda kita,” jelas Kang Alkaito. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama Islam, kita dapat memastikan bahwa kita mengorbankan hal yang benar dengan cara yang tepat untuk mewujudkan kebaikan yang hakiki.

Kang Hikari-san menambahkan bahwa kesadaran diri juga penting untuk memunculkan sifat berani berkorban. Rasulullah SAW juga mencontohkan bahwa jaminan surga sekalipun tidak membuat beliau berhenti mengorbankan diri dalam beribadah kepada Allah SWT. “Kalau Rasulullah yang sudah dijamin surga saja melakukan pengorbanan yang begitu besar bagi agama (Islam), kita harusnya bisa memberikan pengorbanan yang lebih besar karena kita sendiri belum tentu masuk surga,” tutur Kang Hikari-san. Jangan ragu mengorbankan diri dalam memperjuangkan agama Islam, ya ges yak!

Kang Alkaito mengutip pelajaran dari anime “Attack on Titan” bahwa hidup adalah pengorbanan. Kita sebagai manusia mengorbankan waktu, umur, dan membuat berbagai keputusan dalam hidup kita untuk mencapai suatu tujuan dan mendapat balasan yang layak. “Jadi ketika kita sudah baligh dan diperintahkan apapun oleh Allah, seberat apapun itu, kita harus bersedia mengorbankan diri (untuk Allah) dengan melaksanakan perintah tersebut,” jelas Kang Alkaito, ”jangan sia-siakan hidup kita untuk hal yang tidak bermanfaat.”

“Hidup itu penuh dengan pilihan,” Kang Hikari-san memberikan kalimat simpulannya, “jika kita bisa memilih yang baik, kenapa harus mempertahankan yang buruk?” Kita harus mengarahkan pengorbanan kita untuk mengkaji dan memahami Islam. Dengan begitu, kita dapat memahami konsep baik dan buruk sesuai Islam dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT.

Sisa sepuluh menit terakhir digunakan untuk menjawab pertanyaan salah satu peserta, “Apakah dunia Islam akan bangkit dengan meratakan dunia atau ada hal yang harus dipertahankan?”

Di anime “Attack on Titan”, Eren sebagai tokoh utama berencana untuk menghancurkan dunia karena kecewa dengan realita dunia yang tidak sesuai harapannya. Namun, Islam akan bangkit kembali dan membawakan cahaya di tengah dunia yang gelap tanpa menghancurkan dunia tersebut. Caranya adalah dengan membenah pemikiran masyarakat melalui dakwah. “Dalam Islam, tidak ada kekerasan dalam mencapai tujuan tertentu. Jihad sendiri adalah opsi terakhir yang diambil ketika ada perintah yang jelas,” jelas Kang Hikari-san. Masya Allah…

Kang Alkaito menambahkan bahwa Indonesia dapat menerima Islam karena Islam datang dengan dakwah tanpa pertumpahan darah. Islam tidak memaksa orang kafir untuk masuk Islam, malah menawarkan perlindungan jika tetap ingin tinggal dalam pemerintahan Islam. Jika tetap ingin keluar dari pemerintahan Islam, Islam pun memfasilitasi mereka.

Pada akhirnya, Kak Nazhim berterima kasih atas partisipasi peserta selama podcast, disusul dengan pembacaan doa penutup. Semoga ke depannya, kita bisa berkorban lebih banyak hal bagi agama rahmatan lil ‘alamiin, aamiin! Sampai jumpa di podcast selanjutnya!

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. []

Rabu, 31 May 2023 | 20.00-21.00

Kak Nazhim, Kang Alkaito, Kang Hikari-san

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here