Emang udah seharusnya sebagai seorang muslim, lisan kita auto sholawat saat mendengar nama junjungan kita, Nabi Muhamad SAW Itu tanda kecintaan kita pada Rasul. Terlebih lagi di bulan kelahiran Nabi saat ini, kita makin sering mendengarkan lantunan shalawat di mesjid-mesjid atau saat perayaan Maulid Nabi SAW.
Udah tahu kan, kalo membaca shalawat kepada baginda Muhammad SAW adalah perintah secara langsung dari Allah SWT. Seperti dipertegas dalam Alquran Surah al-Ahzab [33] ayat 56.
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Masalahnya, banyak di antara kita yang menganggap bacaan shalawat itu ya biasa aja. Ngucapin bagus, gak ngucapin juga feel free aja. Hmm, sayang banget kalo bener gitu ya sikapnya.
Biar tambah greget, simak deh beberapa alasan kuat di bawah ini agar kita membiasakan bersholawat. Kuy!
# Keutamaan Shalawat, Sayang Kalo Terlewat
Shalawat memiliki banyak keutamaan yang akan didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya. Makna shalawat kepada Nabi SAW adalah meminta kepada Allah SWT agar Dia memuji dan mengagungkan Nabi SAW di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) Nabi SAW, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang Beliau bawa.
Berikut beberapa keutamaan shalawat yang mesti kita pahami.
# Pertama, dikabulkan doanya. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kamu membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
# Kedua, dikumpulkan di surga bersama Nabi. Rasulullah SAW bersabda:
“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi)
# Ketiga, mendapatkan syafaat Nabi.
Dari Abdullah bin Umar, dia mendegar Rasulllah SAW bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat.” (HR Muslim)
# Bacaan Shalawat Sekitar Kita
Kalo baca keutamaan shalawat di atas, emang sayang kalo terlewat. Rugi dunia akhirat. Makanya setiap hari mesti kita lantunkan. Sekedar ngingetin, berikut di antaranya beberapa bacaan shalawat yang sering kita dengar dan ucapkan.
# Pertama, Shalawat Ibrahimiyah.
Allahumma sholli ‘alaa Muhammadin wa’alaa Aali Muhammadin, Kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa’alaa Aali Ibrahiima, wa Baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa Aali Muhammadin, Kamaa Baarakta ‘alaa Ibraahima wa ‘alaa Aali Ibraahima, Fil ‘Aalamiina innaka hamiidun Majiidun.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”
# Kedua, Shalawat Nabi.
“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad.”
Artinya: “Ya, Allah. Berilah shalawat (sanjungan) kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW”
# Ketiga, Shalawat Asyighil.
Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”
# Tanda Cinta Nabi: Bacakan Shalawat, Jalankan Syariat
Ibnu Taimiyah berkata, “Allah telah menerangkan hak-hak Nabi SAW di dalam Alquran. Di antaranya, agar (kaum muslimin) taat kepada beliau, mencintai, mengagungkan, menghormati, dan membela beliau, berhukum kepada beliau, ridha dan menerima hukum yang ditetapkan oleh beliau, mengikuti beliau, mengucapkan salam dan shalawat kepada beliau, mendahulukan beliau di atas kepentingan diri, harta, dan keluarga, menyerahkan segala perselisihan kepada ketentuan beliau, dan lain-lainnya.” (dalam Majmu’ Al-Fatawa [I/68]).
Dari nasihat Ibnu Taimiyah di atas, ternyata selain bacaan sholawat, bentuk kecintaan kita pada Nabi SAW juga mesti kita tunjukkan dengan selalu mengikuti apa yang diperintahkannya dan menjauhi apa yang dilarangnya. Itu artinya, kita wajib terikat pada syariat setiap saat. Itu juga kalo kita ngaku muslim dan cinta Nabi.
Karena orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir wajib taat kepada Rasulullah SAW. Dalam Alquran, Dia menyebutkan ketaatan kepada Rasul SAW lebih dari 30 kali.
Ibnu Katsir berkata, “Perintah Rasululullah SAW merupakan petunjuk, sunnah-sunnah, dan syariat-syariat beliau. Jadi, setiap ucapan dan perbuatan kita harus ditimbang dengan ucapan dan perbuatan beliau. Suatu perkataan, kalau sesuai dengan perkataan beliau, maka kita terima; tetapi kalau tidak sesuai, maka kita tolak, siapa pun yang mengatakannya.”
Allah swt berfirman “…Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (TQS Al Hasyr [59] Ayat 7).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ayat ini menjadi dasar dalam mengikuti Nabi SAW baik dalam ucapan, perbuatan, maupun keadaannya. Ayat ini juga menjelaskan bahwa bentuk kecintaan kepada beliau adalah mengikuti segala apa yang dibawanya yang berasal dari Rabb-nya.”
Untuk itu, yuk kita introspeksi selama ini apakah kita sudah serius bilang cinta Nabi dengan selalu melantunkan sholawat tapi di sisi lain masih bermaksiat. Ngerasa berat ikut pengajian tapi ringan kalo nonton konser musisi kesukaan. Terjerumus ke dalam budaya pacaran padahal Rasul tak pernah mencontohkan.
Saatnya kita berbenah diri. Cinta Nabi jangan setengah-setengah. Baca shalawat juga jalankan syariat. Biar diri punya pondasi untuk menjaga kobaran cinta Nabi SAW, ayo mulai aktif ngaji. Lagi, lagi, dan lagi. Tanpa tapi tanpa nanti. Yuk! []














