Buletin Teman Surga 245. Ramadhan Jalan Ninjaku

0
3847

Setiap orang biasanya punya impian yang ingin dicapai dalam hidupnya. Dan kekuatan dari sebuah impian itulah yang menggerakkan Soichiro Honda kecil anak tukang pandai besi dan mekanik sepeda menjadi pemilik brand kendaraan populer. The Power of Dream.

Kekuatan impian itu juga yang memaksa seorang shinobi pecicilan nan hiperaktif, Naruto Uzumaki, berambisi untuk menjadi Hokage. Baginya, tak ada yang mustahil jika terus diupayakan dan mesti komitmen dengan apa yang dikatakan. “Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku”. 

Bagi seorang muslim, impian terbesar dalam hidupnya adalah hidup mulia dan mati masuk surga. Untuk mewujudkan impian itu, kuncinya ada pada ketaatan dan ridho Allah SWT pada setiap aktivitas kita yang berbuah pahala sebagai tiket masuk surga.

Dan kalo udah ngomongin pahala, nggak boleh ketinggalan bulan Ramadhan. Lantaran di bulan suci inilah Allah SWT jor-joran ngasih pahala untuk hamba-Nya yang taat. Pastinya kita sebagai hamba Allah SWT, mesti maksimalkan amal soleh di bulan mulia biar tabungan pahalanya gacor. Karena Ramadhan adalah jalan ninjaku!

# Kemuliaan Ramadhan

Kita mau ngingetin beberapa keutamaan bulan mulia aja biar kamu nggak mager bin santuy selama Ramadhan. Karena yang namanya jalan ninja, bukan ditempuh sambil rebahan. Apalagi tidur seharian. Dalam kamus shinobi, jalan ninja itu sebuah komitmen untuk meraih impian yang dijaga dan diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Heroik banget kan?

Berikut beberapa keutamaan bulan suci yang mesti kita ingat jangan sampai terlewat untuk mendulang pahala selama puasa.

# Pertama, Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)

# Kedua, Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa yang telah lalu hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda: “Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-­dosa yang ada di antaranya, apabila tidak melakukan dosa besar.” (HR Muslim).

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari dan Muslim).

# Ketiga, Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan. “Rasulullah SAW pernah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

“Barangsiapa memberi makanan atau minuman untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut,” (HR Ahmad).

# Keempat, Doa orang yang berpuasa adalah mustajab. Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya.” (HR Baihaqi).

# Kelima, Puasa dan Alquran yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, Alquran juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad).

Kalo diurai, masih banyak keutamaan Ramadhan yang lain seperti tergambar dalam khutbah Nabi Muhammad Saw di hadapan para sahabat dan umat Islam saat menyambut kedatangan bulan mulia. Hingga di akhir khutbah, Sayyidina Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata, “Ya Rasulallah, amal apa yang paling utama di bulan ini?”. Nabi menjawab, “Wahai ayahnya Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga dari apa yang diharamkan Allah.”. Inilah jalan ninjaku!

# Kekuatan Ramadhan Kekuatan Ruhiyah

Apa yang terjadi kalo seorang muslim menjadikan Ramadhan sebagai jalan ninja-nya? Jawabannya cuman satu, unbeatable alias tak terkalahkan. Wiih, ngeri!

Bukan kisah isapan jempol belaka kalo bulan Ramadhan kental dengan berbagai kisah heroik di masa Rasulullah saw. Yang paling terkenal adalah peristiwa perang Badar. Perang besar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah melawan kaum Quraisy itu, berhasil dimenangkan oleh umat Islam. Padahal,  Perang Badar melibatkan 314 pasukan umat Islam yang melawan lebih dari 1000 orang dari kaum Quraisy yang dilengkapi 600 persenjataan lengkap, 700 unta, serta 300 kuda.

Allah Ta’ala berfirman dalam Alquran terkait perang ini, yang artinya: “Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri – Nya.” (Ali’Imran : 123)

Selain perang Badar al-Kubro, penaklukkan kota Mekkah alias Fathul Mekkah juga terjadi pada bulan Ramadhan. Tepatnya tanggal 20 Ramadhan Tahun ke-8 Hijriah. Kedatangan Rasulullah SAW ke kota Mekkah bersama puluhan ribu pasukan untuk mensucikan kota Mekkah dari kesyirikan dan budaya pagan yang menyembah berhala-berhala di sekitar Ka’bah.

Ada juga perang Ain Jalut yang terjadi pada 15 Ramadhan 685 Hijriah. Pasukan kaum Muslimin bersama para ulama di bawah pimpinan Sultan Qutuz dari dinasti Mamluk Mesir berhasil mengalahkan pasukan Mongol yang dikenal bengis yang tengah menguasai Palestina.

Meski sedang menjalakan ibadah puasa, umat Islam pantang mundur di medan perang. Kekuatannya bukan kaleng-kaleng. Pastinya, sumber kekuatan itu bukan karena dorongan harta rampasan perang atau dendam kesumat. Tapi murni karena Allah SWT demi menjemput pahala syahid dan kemuliaan kaum Muslimin.

Sejatinya, kekuatan pasukan kaum Muslimin yang terjun ke medan perang di bulan mulia menjadi cerminan kita yang menjadikan Ramadhan sebagai kawah candradimuka. Ajang untuk menempa diri guna memperkuat keimanan sehingga tak terkalahkan di hadapan nafsu syahwat dan godaan maksiat. Karena Ramadhan, jalan ninjaku! []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here