Virus LaGiBeTe masih mengintai gaes, jangan lengah dan jangan sampe kejerat. Sasaran tembaknya juga masih remaja, seumuran kita. Bukan mau nakutin tapi ini emang bener fakta dan beritanya yang masih hangat saat tulisan ini dibikin, 2 pasang cowok lagi bermesraan di sebuah kafe di Jakarta. Hiih, serem deh kalo ngebaca beritanya!
Boy Lover, Bagian dari L98T
Tahu kan istilah Boy Lover (BL)? Dari segi katanya udah bisa ketebak, intinya boy lover atau boys love adalah cowok suka sama cowok. Nah, dari situ udah ketahuan keterkaitannya dengan L68T. Meskipun para pelaku, pembela dan penggemar BL masih suka ngeles bahwa nggak setiap BL adalah L68T, katanya BL masih terkategori sopan, bahasa mereka perhalus dengan mengatakan konten BL menampilkan adegan seks secara eksplisit.
Mau dibela kayak apapun, BL yang dipopulerkan dengan film dan serial tetaplah ketidaknormalan, dan yang jelas adalah kemaksiatan. Kita harus berani ketok palu melabeli BL adalah kemaksiatan, karena sedikit saja kita kasih celah, mereka akan merasa diberi ruang. Kalo sudah dapat udara segar, mereka sangat bahagia, karena itulah yang selama ini mereka perjuangkan, yakni mendapat label sebagai “normal”.
Abnormal sudah merupakana sebutan yang tepat, karena normal dan fitrahnya, cowok akan suka sama cewek, dan sebaliknya. Adapun suka sesama jenis, bukan lagi fitrah tapi penyimpangan seksual. Sekali lagi, kalo kita harus berani mengatakan demikian, agar kaum LB maupun L68T tidak merasa di atas angin. Sebab sampe detik ini, mereka masih berupaya dengan keras agar tujuan mereka bisa gol. Nggak tangung-tanggung untuk melancarkan kampanye tersebut, mereka disokong dananya oleh Lembaga internasional, UNDP. Wow!
Musuh Utama, Umat Islam
Usaha keras mereka selama ini mengalami benturan cukup keras juga dari kaum muslimin. Nah, kalo berbicara BL itu artinya sasarannya kaum muda, maka pilihan bagi kita para remaja hanya ada dua. Jadi penentang atau malah ikutan arus mereka. Kalo berada di barisan mereka, bisa meliputi pelakunya sendiri dan/atau mungkin hanya sekedar pembela. Nah yang di posisi pembela ini, biasanya mereka yang suka banget nonton drama, serial atau film yang kontennya BL.
Tontonan dengan konten BL, awalnya sangat konsen di garap di Thailand, sebagai negara dengan porsi kaum waria yang tidak sedikit. Tapi di negeri kita tercinta ini, serial bahkan filmnya sudah pernah dibikin. Sebagai contoh film di tahun 2019, salah satu film BL dengan konten yang dengan sengaja, mempertontonkan dan mengkampanyekan L68T. Nah, dengan hadirnya platform film di aplikasi macam Netflix, film atau serial semacam itu sangat mudah diproduksi.
Berbicara penentangan, sudah jelas pasti kita umat Islam kudu menolak perilaku L68T dengan bungkus apapun, baik secara eksplisit maupun inplisit. Dan kaum pengusung L68T sangat tahu banget, kalo penentangnya adalah umat Islam. Makanya itu mereka berusaha keras, memeras otak, gimana caranya bungkus-bungkus yang mengkelabui remaja agar tidak anti dengan L68T, bahkan kalo bisa secara diam-diam jatuh hati dengan perilaku mereka. Tujuannya, agar remaja Islam ini menjadi bagian dari pelaku, atau minimal pembelanya, dengan menganggap aktivitas penyimpangan mereka, dikatakan normal.
Pegangan Kita Qur’an-Sunnah
Kalo ada yang bertanya, kenapa sih kita menolak perilaku nyeleneh kaum L68T? Udah pasti jawabannya karena emang bertentangan dengan pedoman hidup kita sebagai muslim, yakni al-qur’an dan as-sunah (hadits).
Pertama, patokan dasar bahwa gender atau jenis kelamin yang diakui Islam hanya ada laki-laki dan perempuan, tidak ada jenis kelamin ketiga. Dan Allah ngasih label manusia mulia berdasar gender laki-laki dan perempuan. Firman Allah dalam surat an-Nahl ayat 97: “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Kedua, kalo berbicara suka, cinta hingga pernikahan, maka Islam hanya mengatur pernikahan lawan jenis, bukan sesama jenis. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia mencipta-kan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Ketiga, ulama fikih sepakat mengharamkan perbuatan lesbian, berdasarkan Hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said : “Janganlah pria melihat aurat pria lain dan janganlah wanita melihat aurat wanita lain dan janganlah bersentuhan pria dengan pria lain di bawah sehelai selimut/kain, dan janganlah pula wanita bersentuhan dengan wanita lain di bawah sehelai selimut/kain”
Seenggaknya 3 patokan di atas cukup menjadi pondasi kita berani menolak perilaku kaum L68T yang diwakili BL. Selebihnya, kita harus tetap kuat-kuatin iman di tengah gempuran serangan kemaksiatan di sekitar kita. Iman kita senantiasa harus kita pupuk dengan ilmu, dan ilmu di sekolah aja nggak cukup, kita kudu ngaji. Yes, ngaji Islam yang mengakar dari akar hingga daun. Yuk ngaji yuk! []














