Buletin Teman Surga 288: Bukan Healing, Tapi Meaning

0
952

“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” – Ibnul Qoyyim

Kata “healing” sekarang udah kayak mantra wajib tiap Sabtu-Minggu. Capek ngerjain tugas sekolah, healing. Drama sama temen, healing. Gagal move on dari gebetan, healing. Bahkan kalau lagi males pun, bilangnya “butuh healing dulu.” Padahal kenyataanya kadang bukan healing, tapi hiding alias ngumpet dari realita hidup yang lagi bikin bete. Ups!

Budaya healing bagi remaja, seolah pembenaran bagi mereka yang bermasalah dengan mental health. Ngerasa hidupnya penuh tekanan. Ada target nilai, ekspektasi orang tua, pertemanan yang ribet, sampai masalah self-esteem yang sering bikin overthinking. Nggak heran, akhirnya banyak yang nyari “ketenangan” instan. Healing.

Jalan-jalan, wisata kuliner, nonton series semalaman, rebahan seharian, scrolling TikTok sampai pagi. Tapi lucunya, setelah healingnya kelar kok mentalnya tetap nggak sehat ya? Hidupnya masih terasa hampa. Waktunya habis untuk refresh, tapi nggak recharge semangat hidupnya. Kok bisa?

# Healing Itu Sementara, Meaning Itu Selamanya

Bisa jadi. Lantaran selama ini kita sibuk dapetin ketenangan hidup, tapi lupa nyari makna hidup. Padahal seharusnya, bukan cuman healing yang kita kejar, tapi juga meaning.

Karena healing itu kayak ngasih balsem buat luka akibat gigitan nyamuk. Hangat sih, tapi cuma sebentar. Setelah ilang khasiatnya, sakitnya bisa balik lagi. Tapi meaning (makna hidup) itu kayak antibody yang ngobatin dari dalam. Bikin kuat, bikin sembuh, dan permanen.

Allah swt mengingatkan kita dalam firman-Nya, “Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32)

Biar nggak terjebak dalam permainan kehidupan dunia yang melenakan, kita mesti tahu tujuan hidup kita. Untuk yang satu ini, Allah udah ngasih clue besar dalam Al-Qur’an:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

Itu loh tujuan hidup yang kadang kita lupa: bukan buat viral, bukan buat nyari validasi, tapi buat ibadah — dalam arti luas, bukan cuma shalat. Belajar pun bisa jadi ibadah, asal niatnya benar. Temenan pun bisa berpahala, asal tujuannya menguatkan ukhuwah. Semua jadi bermakna kalau dikaitkan dengan ridho Allah.

Jadi, kalau hidup udah mentok dan hati lagi capek banget, mungkin bukan karena kita kurang healing, tapi karena kita kehilangan meaning.

# No Meaning? Pusing!

Kalau kita nggak punya arah hidup, kita bakal ikut arus — hidup ikut kebanyakan orang, bukan keyakinan kita. Fomo. Dan itulah yang bikin banyak remaja kehilangan jati diri. Hati-hati.

Allah swt berfirman,  “Jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.” (QS. Al-An’am : 116)

Tren remaja banyak banget yang ngajak pelajar “enjoy life”.  Padahal ajaran Islam menuntun mereka buat define life, ngasih makna di setiap langkah.

Karena kalo udah terjerumus dalam budaya enjoy life, susah lepas dan nggak akan pernah puas. Pusing karena terus-terusan dipaksai ngikutin tren. Seperti ikut lomba lari sampai ngos-ngosan di atas alat fitnes thread mill, nggak ada garis finishnya. Capek iya, menang kagak!

# Meaning Bukan Dibeli, Tapi Dicari

Coba deh perhatiin, kenapa ada orang super rich yang punya banyak harta dan bisa beli apa aja tapi tetap merasa hampa hidupnya? Jawabannya sederhana: mereka punya banyak momen healing, tapi nggak punya meaning dalam hidupnya.

Ketenangan sejati itu bukan soal punya waktu santai, tapi punya hati yang tenang. Dan itu cuma bisa didapetin kalau kita deket dan terus ingat sama Allah.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad : 26)

Makanya, meaning itu selalu nyangkut sama iman. Orang yang punya iman kuat, akan punya makna hidup yang jelas, bahkan di tengah badai.

Kalau healing cuma bikin kita lupa sebentar, maka meaning bikin kita kuat selamanya. Karena meaning ngajarin: hidup itu bukan buat kabur dari masalah, tapi buat tumbuh lewat masalah.

Boleh kok healing, asal bukan pelarian. Jalan-jalan boleh, asal jangan kehilangan arah menuju Allah. Self-care itu penting, tapi jangan sampai lupa soul-care — merawat jiwa biar tetap hidup dalam ketaatan.

Jadi kalau kamu ngerasa capek sama dunia, coba bukan sekadar cari tempat buat healing, tapi cari arah buat meaning. Buka mushaf, bukan cuma Netflix. Jalan ke masjid, bukan cuma mall. Curhat ke Allah, bukan cuma ke close friend. Karena kadang yang kita butuh bukan liburan, tapi kedekatan.

Kita semua pernah lelah, pernah ingin berhenti, bahkan pernah ngerasa hidup ini nggak adil. Tapi jangan sampai lelah itu bikin kita lupa arah. Karena tenang yang dicari lewat healing cuma bertahan beberapa jam, tapi tenang yang datang dari meaning bisa bertahan seumur hidup, bahkan sampai akhirat.

Jadi mulai sekarang, kalau hidup lagi berat, jangan buru-buru nyari tempat healing. Cari dulu tempat yang bisa membawa kita mengenal Islam lebih dalam. Ikut ngaji tanpa tapi tanpa nanti. Hanya di majlis ilmu kita selalu diajak untuk mengingat Allah swt yang akan membuat hati kita tenang.

Hanya di majlis ilmu, kita bakal menemukan arti kebahagiaan sejati bagi seorang muslim. Dijamin anti depresi. Rasulullah saw bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan apabila dia mendapatkan musibah dia sabar dan itu baik baginya.” (Sahih Muslim, kitab al-Zuhd wa al-Raqaiq, bab al-Mukmin amruhu kulluhu khair, no. 2999).

So, healing mungkin bikin hati kita lega sesaat, tapi meaning bikin hidup kita selamat dunia akhirat. Catat! []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here