Buletin Teman Surga 171. Kepak Sayap Ketakwaan

0
480

Jiwa muda, jiwa yang bebas berkelana. Bagai memiliki sayap yang bebas mengepak ke mana saja. Mumpung muda, puasin deh hidup dengan suka-suka. Mumpung muda, tak perlu pusing mikirin dosa atau pahala. Mumpung muda, enggak usah kejauhan mikirin Surga atau Neraka. Mumpung muda, bebaskan saja pikiran, jiwa, dan raga untuk mengembara ke mana-mana. Karena masa muda itu tidak akan terulang. Makanya kudu bahagia, kudu bebas ngapain aja.

”Konon begitulah lazimnya masa muda. Benarkah demikian?”

Muda Penuh Karya

Jika jiwa muda diidentikkan dengan semangat, kreatif, aktif, dan  inovatif, maka ini tidak bisa dipungkiri. Memang demikianlah karakternya pemuda. Raga sedang kuat-kuatnya. Jiwa sedang haus-hausnya. Butuh diisi dengan banyak hal agar jiwa dan raga menjadi seimbang. Karenanya pemuda butuh wadah untuk menggali dan meraup segala hal yang ia butuhkan. Inilah faktanya pemuda.

Menjadi sulit untuk diterima ketika pemuda diidentikkan dengan kebebasan. Mentang-mentang masih muda, lantas dimaklumi saja segala tingkahnya. Dibiarkan liar bahkan hancur-hancuran jiwa dan raganya. Dalihnya, ”mumpung masih muda. Nanti jika sudah dewasa pasti akan berpikir dan kembali ke jalan yang benar.”

Benarkah dalih demikian? Seolah terlihat bijak, ya. Tapi hati-hati, dalih seperti ini penuh tipu daya dan sangat berbahaya. Dear pemuda, mari berpikir benar. Jika kita sebagai manusia bisa hidup ”sehat” sejak awal hingga akhir, kenapa harus memilih mengawali kehidupan dengan pesakitan? Kita tidak perlu mengiris jari dengan sebilah pisau untuk merasakan bagaimana pedihnya sebuah luka. Kita juga tidak perlu menjadi ahli maksiat untuk tahu bagaimana rasanya dihukum oleh Allah SWT. Kita sudah diberikan akal oleh-Nya. Optimalkan!

#TemanSurga, kita hidup di dunia ini bukan serta merta begitu saja. Ada proses terencana dari Sang Pencipta. Bukan hanya sekadar menciptakan kita, tetapi Allah SWT juga membuat rancangan tentang ”untuk apa manusia diciptakan dan mau ke mana manusia setelah kehidupan dunia ini berakhir”. Coba perhatikan, ada pola yang Allah SWT rancang untuk jalan hidup manusia. Maka kita harus sadar bahwa nyatanya hidup kita ini dari Allah, untuk Allah, dan akan kembali kepada Allah. Jika telah mengetahui demikian, maka apakah mugkin kita akan menyelisihi Allah SWT? Jika masih nekat juga, enggak mau tahu soal ini, maka sama saja bunuh diri. Mencari derita dunia dan akhirat. Sumpah, ini ngeri banget!

So, baiknya segera deh puter arah cara pandang yang sudah pasti salah. Jika kita memahami bahwa pemuda harus suka-suka, maka sekarang perbaiki pemahaman ini. Pemuda itu bukan makhluk bebas yang suka-suka mau apa saja. Pemuda adalah termasuk hamba Allah SWT yang setiap helaan nafasnya akan ditanya. Dimintai pertanggungjawaban, ”utuk apa masa mudanya digunakan?”

Karena itu, masa muda semestinya digunakan untuk hal-hal penuh makna. Mencoba banyak hal yang dibolehkan syariat. Mengukir pretsasi, memperbanyak karya. Inilah pemuda! Sehingga jika Allah SWT izinkan kita panjang usia, matang jiwa raga menempuh jalan hidup selanjutnya dalam bingkai takwa. Jikapun Allah SWT berkehendak menyudahi usia kita di masa muda, maka jiwa raga pun telah siap kembali pada-Nya dengan tenang dan penuh keridaan.

Ya, memang demikian. Panjangnya umur kita hanya Allah SWT yang tahu. Bisa sewaktu-waktu ajal datang menghampiri. Tidak peduli berapapun usianya. Jika waktunya tiba, maka malaikat pencabut nyawa tak akan berani menunda titah Allah SWT. Kematian, tidak dapat ditunda ataupun dipercepat. Semua sudah tercatat dengan tepat sesuai kehendak-Nya. Tugas kitalah untuk mempersiapkan kematian yang baik, husnul khatimah. Masihkah terpikir mau suka-suka di usia muda? Tidak ya, Dear!

Ancaman Bagi Pemuda

Hem, memang tidak mudah menjalani masa-masa remaja. Banyak godaannya, ya? Dan memang sengaja dirancang aneka rupa tipu daya untuk menjerat anak muda. Ibaratnya, pemuda itu seperti hidangan daging ayam panggang di atas meja makan. Jadi perhatian, bahkan jadi rebutan banyak orang. Ngerasa enggak, sih?

Nah, #TemanSurga harus sadar bahwa masa muda itu adalah penentu baik buruknya corak kehidupan di masa depan. Jika pemudanya rusak, maka rusaklah peradaban yang akan datang. Tetapi jika pemudanya baik, maka baik pulalah corak kehidupan di masa depan. Sepenting itu loh posisi kita sebagai pemuda. Karena kehidupan ini terus melaju, dan akan ada masanya kitalah penerus estafet perjuangan dalam kehidupan dunia. Mau dibawa ke mana kehidupan dari masa ke masa? Semua kembali pada kualitas pemudanya. Kamu mau jadi pemuda seperti apa? Menjadi pemuda biasa atau pemuda yang istimewa?

Menjadi pemuda istimewa tentu akan berbeda dengan kondisi pemuda pada umumnya. Pemuda istimewa adalah ia yang memiliki pondasi sebagai pijakan yang kokoh yakni aqidah islam. Prinsip hidup pemuda istimewa juga jelas terarah. Yakni hidup semata mengharap rida Allah SWT. Inilah indikator capaian terbaik bagi pemuda istimewa.

Maka, menjadi pemuda istimewa tidak akan mudah hanyut oleh arus. Sekuat apapun arusnya, jika itu tidak sejalan dengan prinsip hidup yang ia genggaam, maka dirinya akan bertahan mati-matian untuk melawan derasnya arus tersebut. Keren banget, kan?!

Salah satu contoh kasus yang sedang gencar menyerang pemikiran anak muda saat ini adalah gagasan tentang childfree. Terasa banget deras arus pemikiran nyeleneh ini menghantam logika kaula muda. Jika tidak jeli, maka sangat mudah kita terseret dan ikut berenang dalam kubangan ide yang menyesatkan tersebut. Naudzubillah!

Dear #TemanSurga, kita harus memiliki filter yang kuat untuk pemikiran-pemikiran aneh semisal childfree ini. Kenapa kita sebut aneh? Ya, karena gagasan childfree ini jelas-jelas bertentangan dengan apa yang Allah SWT syariatkan. Memiliki pemikiran seperti ini saja sudah salah, apa lagi jika sampai disebarluaskan dan dikampanyekan. Udah deh, salah kuadrat dalam pandangan syariat.

Jelas dalam keyakinan kita bahwa Allah SWT memiliki rencana dalam penciptaan laki-laki dan perempuan. Allah SWT hadirkan kecendrungan bagi keduanya kemudian mensyariatkan pernikahan sebagai jalan suci lagi agung. Untuk apa semua rangkaian ini diatur oleh Allah SWT? Ya, salah satunya  adalah untuk terlahirnya manusia-manusia baru di muka bumi ini. Wabilkhusus bagi hamba yang beriman, setiap lahir satu manusia baru maka lahir pula satu harapan mulia.

Yakni bertambahnya hamba Allah yang akan turut berjuang dalam meninggikan agama Allah SWT. Bertambah pundi-pundi pahala jariyah yang akan didapatkan orangtuanya. Bertambah pula syafaat yang akan diterima, dan banyak lagi kebaikan-kebaikan lainnya. Ini baru yang diperoleh bagi orang tua yang memiliki keturunan. Bagaimana pula kebaikan yang akan didapatkan bagi kehidupan dunia dengan hadirnya anak-anak (manusia baru)? Maasyaallah!

”Tapi jika nanti lahir banyak manusia, apakah bumi ini cukup untuk menampung?”

Hai sayang, bumi ini diciptakan oleh Allah SWT. Milyaran bintang raksasa saja teratur sempurna dengan kuasa-Nya, apalagi kita yang unyu-unyu ini Guys. So, enggak usah pusing mikirin apa yang menjadi urusan Allah SWT. Tugas kita itu cuma taat dan takwa. Dengan begitu bakal aman dunia dan akhirat kita. Gitu ya, Guys!

”Hem, punya anak itu kan  repot banget. Susahnya bagi perempuan dari mulai hamil, melahirkan, meyusui, sampai membesarkan anaknya. Bagi laki-laki juga tidak mudah, kan? Harus banting tulang untuk membiayai segala kebutuhan hidup anak. Berat banget kan itu?”

Yaelah Zeyenk, coba kamu pikir ulang. Gimana jadinya jika kedua orangtuamu berpikir begitu? Apakah kamu bakalan terlahir di muka bumi ini? Hei, kamu ada di sini bukan hasil download dari youtube loh, Beb! Satu lagi, coba tanyakan kepada ibumu, apa yang ia rasakan saat pertama kali menyadari hadirmu dalam rahimnya? Coba tanyakan juga pada ayah, adakah rasa sesal karena telah berjuang keras demi dirimu?

Yakin deh, semua orangtua berbahagia menyambut hadirnya buah hati mereka. Juga tidak ada orang tua yang menyesali perjuangannya untuk buah hati tercinta. Karena apa? Karena ini adalah fitrah bin alamiahnya manusia. Allah SWT yang menyematkan fitrah ini demi terjaganya habitat makhluk berjenis manusia.

Maka, jika kemudian ada gagasan yang menentang fitrah mulia ini, sama artinya menentang Allah SWT. Wah, bahaya ini Guys! Bakal celaka dunia dan akhirat! Serem banget! Oleh karena itu, wajib bagi kita jaga jarak plus bangun benteng kokoh untuk terhindar dari ancaman sesat pikir liberal semisal childfree yang lagi viral ini. Sip, ya!

Kepak Sayap Ketakwaan

Dear #TemanSurga, yuk kepakkan sayap ketakwaan kita. Sebagai pemuda muslim, maka hanya takwa yang menjadi sayap bagi kita untuk meraih bahagia. Sayap takwa yang akan menyelamatkan kita dari durjananya dunia. Sayap takwa yang akan menghantarkan kita pada tujuan hidup  mulia di dunia dan akhirat. Sayap takwa, inilah yang akan membawa kita untuk sampai ke Surga.

Bagaimana caranya memiliki sayap takwa? Teruslah belajar dan mengkaji islam. Harus kaffah jangan setengah-setengah. Kemudian bersamalah dengan sahabat taat lainnya, jangan sendirian. Selanjutnya, selalulah berdoa agar Allah SWT senantiasa membersamai jalan takwa kita hingga tiba waktunya pulang. Bagaimana, siap ya mengepakkan sayap ketakwaan? Cakep!

”Pemuda yang bertakwa adalah satu dari tujuh golongan manusia yang kelak akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT di hari akhir!”, kutipan hadist riwayat Abu Hurairah ra.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here