Buletin Teman Surga 270: Ramadhan & Warisan Kejayaan Islam

0
3228

Ramadhan di benak kita saat ini identik dengan takjil war. Berburu penganan berbuka puasa menjelang bedug mahrib. Sambil ngabuburit, selalu bawa duit. Siap setiap saat kalo nemu kuliner viral.

Ramadhan juga identik dengan tarawih bareng di masjid yang makmumnya bak kompetisi sepakbola. Makin lama terkikis habis. Awal puasa sampai meluber seperti shalat id. Mulai pertengahan puasa, tersisa 2 baris seperti shalat shubuh. Pada kemana ya?

Yang sering kita lupa, ternyata Ramadhan juga punya sejarah luar biasa lho. Bulan mulia yang menjadi saksi kejayaan umat Islam sehingga Islam pernah jadi peradaban paling keren di dunia.

Dulu, para sahabat dan ilmuwan Muslim tetap aktif berkarya, berjuang, dan membangun peradaban meskipun mereka sedang puasa. Jadi, Ramadhan bukan bulan buat lemes-lemesan, tapi justru bulan yang bikin umat Islam semakin kuat!

Bahkan, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, lebih dari 90% Muslim di seluruh dunia tetap menjalankan puasa Ramadhan, menjadikannya sebagai praktik keagamaan yang paling luas diamalkan oleh umat Islam.

Lantas, seperti apa Ramadhan sehingga dulu bisa jadi saksi kejayaan Islam, dan gimana kita bisa ikutan nge-revive kejayaan itu di era sekarang?

# Ramadhan Bulan Prestasi Umat Islam

Kalau ada yang bilang Ramadhan itu bulan buat rebahan aja karena puasa bikin capek, fix mereka belum tau sejarah Islam. Dari zaman Rasulullah sampai era peradaban Islam yang maju, Ramadhan justru jadi bulan penuh prestasi!

Nih, beberapa kejadian epic yang terjadi di bulan Ramadhan:

  1. Perang Badar (624 M) – Kemenangan Spektakuler

Bayangin, pas umat Islam baru aja hijrah ke Madinah, mereka langsung diuji dengan perang besar melawan kaum Quraisy yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan 2 H (13 Maret 624). Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Tapi apa yang terjadi?

Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim dengan izin Allah berhasil menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Pasukan Muslim menang telak! Ini bukti kalau Ramadhan itu bukan bulan lemah, tapi bulan kemenangan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sungguh, Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu (ketika itu) adalah orang-orang yang lemah. Maka bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur.” (QS. Ali Imran: 123)

  1. Pembebasan Makkah (630 M) – Islam Makin Kuat!

Rasulullah dan para sahabat menaklukkan Makkah di bulan Ramadhan tanpa pertumpahan darah yang berarti. ‘Pembebasan Makkah’ terjadi pada tahun 630 M tepatnya pada tanggal 20 Ramadhan 8 H. Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan setelah pasukan Islam memenangkan perang Mu’tah sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

  1. Penaklukan Andalusia (712 M) – Islam Masuk ke Eropa!

Pernah denger tentang kejayaan Islam di Spanyol? Yup! Andalusia dulu jadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Dan tahukah kamu kalau awal mula penaklukan Andalusia oleh Thariq bin Ziyad terjadi di bulan Ramadhan? Tepatnya Ramadhan 93 H (Juni 712 M). Ini awal mula Islam berkembang di Eropa.

Berkat Islam, Spanyol pernah mengalami era keemasan, di mana kota seperti Cordoba dan Granada menjadi pusat peradaban dunia. Di sana, ada universitas-universitas besar, perpustakaan dengan koleksi ribuan buku, serta ilmuwan Muslim yang berkontribusi dalam sains, matematika, dan kedokteran. Semua ini bermula dari perjuangan yang dilakukan di bulan Ramadhan.

  1. Ilmuwan Muslim Berkarya di Bulan Ramadhan

Jangan dikira ilmuwan Muslim zaman dulu leha-leha di Ramadhan. Justru mereka tetap produktif! Mereka ngerti kalau ilmu itu bagian dari ibadah. Nggak heran kalau peradaban Islam dulu maju banget!

  • Al-Khwarizmi, bapak aljabar, tetap melakukan penelitian selama Ramadhan. Ilmu yang Beliau kembangkan sampai sekarang masih digunakan dalam dunia Matematika dan Teknologi.
  • Ibnu Sina, seorang dokter dan filsuf besar, tetap menulis kitab-kitab Kedokteran meskipun sedang berpuasa. Bukunya Al-Qanun fi al-Tibb (The Canon of Medicine) menjadi rujukan utama dalam dunia medis hingga berabad-abad.
  • Jabir bin Hayyan, ilmuwan di bidang Kimia, terus melakukan eksperimen selama Ramadhan dan menemukan banyak prinsip dasar yang jadi cikal bakal ilmu Kimia Modern.
  • Al-Battani, ahli Astronomi, tetap melakukan observasi bintang dan menciptakan perhitungan astronomi yang akurat, bahkan menentukan panjang tahun matahari dengan sangat presisi.
  • Al-Zahrawi, bapak bedah modern, menyusun ensiklopedia kedokteran selama bulan Ramadhan yang kemudian digunakan oleh para dokter di Eropa selama ratusan tahun.

# Apa Rahasia Kejayaan Islam di Masa Lalu?

Kenapa dulu Islam bisa berjaya? Simpel. Karena mereka punya mindset dan amalan yang luar biasa.

Pertama, Keimanan & Ibadah yang Kuat. Ramadhan bikin mereka makin dekat sama Allah. Semakin dekat, semakin semangat berjuang. Terlebih lagi, di bulan mulia ini umat Islam dilatih menjaga kesabaran. Sikap ini yang ditunjukkan oleh para pasukan Islam saat terjun ke medan perang di bulan Ramadhan. Mereka berjuang dan menjemput syahid dengan penuh kesabaran menunggu tibanya pertolongan Allah Swt.

Kedua, Ilmu Pengetahuan & Kreativitas. Mereka nggak cuma fokus ibadah ritual, tapi juga mencari ilmu dan berkarya. Bagi ilmuwan muslim, mendalami sains dan teknolog bukan untuk mengejar gelar akademis. Tapi untuk berkontribusi bagi kebangkitan Islam. Tak heran jika kemudian karya-karya Ilmuwan Islam mampu menjadi rujukan sains dan teknologi dunia hingga saat ini.

Ketiga, kepemimpinan yang menyatukan umat Islam. Di bawah kepemimpinan Rasulullah saw dan para shahabat setelahnya, Islam tersebar ke seluruh dunia. Tak hanya membawa ajaran Islam yang mulia, tapi juga menurunkan rahmat bagi setiap manusia.

Kalau kita lihat sekarang, kok umat Islam malah tertinggal di banyak bidang? Padahal kita punya sejarah keren banget. Bisa jadi minim sekali, generasi muda Islam yang bergerak untuk meneruskan estafet ketinggian peradaban Islam.

Banyak di antara pemuda Islam yang kurang semangat belajar Islam & ilmu dunia. Mereka yang lebih sibuk sama sosmed daripada ngulik ilmu. Belon lagi gaya hidup konsumtif yang terus menjerat remaja. Mereka jadi lebih banyak mikir buat beli skincare, gadget, atau baju baru daripada investasi ilmu dan masa depan umat.

Karenanya, mungpung masih di bulan Ramadhan, ketika semangat keislaman kita berkobar, kenali Islam lebih dalam. Ambil bagian dalam perjuangan Islam dengan terlibat dalam dakwah sesuai kemampuan. Sehingga Islam secara perlahan akan kembali bangkit dan menjadi peradaban keren sedunia. Semua itu ada di tangan kita selaku generasi muda Islam. So, ayo ngaji sampai nanti sampai mati. Gas Poll! []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here