Tiap diri kita pasti punya potensi masing-masing. Dengan potensi tersebut, kita dapat mendorong batas-batas diri untuk meraih prestasi apapun. Dari prestasi itulah kita mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan umat.
Jum’at malam kali ini, Kak Ihsan akan menemani peserta podcast Teman Surga berjudul “Potensi Prestasi Kontribusi” sebagai MC. Bersama Kak Sahar, Kak, dan Kang Saef selaku pemateri, kita akan membahas potensi dalam diri kita untuk mencetak prestasi yang memberi kontribusi bagi perbaikan seluruh alam semesta. Bismillah, mari kita mulai!
Kang Saef menyebutkan bahwa 53% masyarakat Indonesia didominasi oleh anak-anak muda yang memiliki waktu produktif. “Dari data tersebut, harusnya Indonesia ini bisa jadi negara yang lebih maju lagi,” jelas Kang Saef, “tapi faktanya, para pemuda kini justru semakin rusak dan jauh dari identitas mereka sebagai muslim.” Hal ini dikarenakan mereka kurang memahami makna potensi, prestasi, dan kontribusi.
Kebanyakan pemuda saat ini memikirkan bagaimana caranya agar bisa “meniru” apapun dan siapapun yang terkenal tanpa menyadari perbedaan potensi yang mereka miliki dengan hal-hal terkenal itu. Padahal Allah telah Menciptakan manusia dalam banyak karakter dengan potensi yang berbeda-beda. Itulah kenapa Kang Saef mengingatkan kita untuk menyaring berbagai potensi yang dapat kita miliki, “Kalau temen-temen sudah tau potensi temen-temen di mana, lalu diasah, luar biasa hasilnya.”
Setelah menyadari potensi kita, kita perlu memikirkan bagaimana caranya meraih prestasi yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan seluruh alam semesta. Setelahnya, kita harus memanfaatkan prestasi tersebut untuk memberi kontribusi bagi agama dan seluruh alam semesta. “Kalau seorang anak muda tidak punya kontribusi bagi agamanya, lebih baik mati saja,” begitu kutipan ulama yang Kang Saef ungkit ketika menjelaskan materi. Jleb.
“Sebenarnya, kita sebagai muslim itu harusnya punya prestasi seperti apa?” tanya Kak Ihsan kepada Kak Bayu.
Tiap manusia pasti punya potensi masing-masing yang berbeda satu sama lain. Kak Bayu membantah kalimat “kalau orang lain bisa, maka kita pasti juga bisa” dengan menggantinya menjadi “ketika orang lain bisa berhasil dengan potensinya, kita harusnya juga bisa berhasil dengan potensi kita sendiri”. Jangan terlalu fokus menjadi orang lain. “Tinggal bagaimana cara kita mengembangkan potensi diri kita hingga kita bisa memberi manfaat yang lebih dengan potensi kita itu,” begitu kata Kak Bayu.
“Prestasi tertinggi seorang manusia adalah ketika dia bisa menggunakan potensinya untuk kebermanfaatan dirinya dan orang lain,” Kak Bayu melanjutkan penjelasannya bahwa prestasi tidak hanya sebagai kebanggaan saja. Setiap potensi yang kita miliki, apapun itu, akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. “Percuma jika potensi yang kamu miliki tidak dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Itu nggak ada gunanya.” Beuh!
“Dengan potensi dan prestasi apa yang bisa kita kolaborasikan?” Kak Ihsan kemudian melanjutkan bahasan materi dengan bertanya kepada Kak Sahar.
Kak Sahar menyebutkan bahwa di era media sosial seperti masa kini, ada banyak orang yang dapat melihat berbagai pencapaian orang lain sehingga merasa tidak percaya diri. Padahal, postingan pencapaian prestasi orang lain di media sosial adalah puncak dari proses yang tidak mereka ungkapkan. “Barangkali, kita terlalu fokus melihat orang lain hingga kita tidak melihat diri kita sendiri,” Kak Sahar mengingatkan kita untuk beristirahat sejenak, kembali becermin pada diri sendiri.
“Kita sebenarnya punya potensi pada diri kita,” jelas Kak Sahar, “tapi kita belum percaya untuk mengeluarkan potensi tersebut untuk kebermanfaatan orang lain.” Jangan berpikir bahwa kita tidak memiliki potensi apapun hanya karena kita membandingkannya dengan standar potensi orang lain. Seharusnya, kita menilai diri kita sendiri untuk melihat apakah kita sudah bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin atau belum.
Allah telah Memberikan kita dengan sebaik-baik penciptaan, rupa, dan berbagai potensi kita masing-masing. Maka, kita harus tahu bahwa apapun potensi kita, kita harus memaksimalkan diri kita untuk beribadah kepada Allah karena itulah tujuan utama kita diciptakan. “Selagi kamu taat kepada Allah, selagi kamu sholat, berdoa, hidup sesuai apa yang Allah Perintahkan, ya gapapa kalau kamu nggak sehebat orang lain,” Kak Sahar menekankan bahwa setiap potensi, prestasi, dan kontribusi kita haruslah bergantung kepada ridho Allah SWT. Semoga bisa jadi pengingat kita, ya teman-teman!
Setelah itu, Kak Ihsan melanjutkan podcast ke sesi tanya jawab. Kak Ihsan memilih salah satu pertanyaan, “Prestasi di dunia tapi tidak diimbangi dengan prestasi untuk akhirat itu bagaimana Kak? Apakah menjaga ibadah kita juga termasuk prestasi?”
Kang Saef yang menjawab pertanyaan, “Prestasi yang hanya terkait pada dunia adalah prestasi yang tidak membuat orang lain menjadi lebih baik.” Banyak konten kreator yang mampu menginspirasi banyak orang dengan potensi mereka sendiri sehingga prestasi mereka dapat bernilai prestasi akhirat juga. “Konsistensi dalam ibadah juga termasuk prestasi,” Kang Saef juga menambahkan bahwa ibadah perlu istiqomah, terutama dalam dakwah. Masya Allah.
Sebelum menutup podcast, ada penyampaian pesan penutup dari para pemateri. Kang Saef yang pertama memulai, “Allah menginginkan teman-teman (peserta) mendapat sesuatu yang berharga dari podcast ini. Kalau teman-teman hanya mendengarkan selewat dengar saja, itu buang-buang waktu saja.” Kang Saef berharap para peserta dapat memahami isi materi podcast kali ini sehingga ke depannya, para peserta dapat menjadi pribadi yang terbaik dan lebih baik lagi. Aamiin.
“Ketika kita menyuruh ikan memanjat pohon, maka selamanya, ikan itu akan terlihat bodoh,” Kak Bayu lanjut memberi pesan penutup dengan mengutip kalimat dari Albert Einstein. Tiap manusia punya potensi masing-masing, maka sibukkan diri kita untuk mengembangkan potensi diri kita sendiri. Gunakan dan maksimalkan potensi kita untuk memberi manfaat bagi orang lain dan mengubah mereka menjadi lebih baik. Itulah prestasi terbaik yang dapat kita capai di dunia ini. Mantap!
“Ketika teman-teman meminta motivasi, mulailah melangkah sekecil apapun itu,” Kak Sahar memberi pesan penutup dengan sebuah saran. ”Ketika teman-teman melihat orang yang berprestasi dan banyak berkontribusi, jangan tanya apa yang dia lakukan hari ini. Tanyakan perjuangan apa yang dia lakukan sebelum semua prestasi dan kontribusi tersebut,” Kak Sahar juga mengingatkan bahwa kita harus mencoba berusaha, meluruskan niat, dan mendekat kepada Allah SWT. Jangan sampai semua perjuangan kita malah untuk hal dunia saja, ya teman-teman!
Pada akhirnya, podcast kali ini harus ditutup. Semoga podcast kali ini bisa bermanfaat untuk banyak orang. “Istighfar untuk masa lalu, bismillah untuk saat ini, dan serahkanlah (kepada Allah) untuk masa depan kita,” Kak Ihsan memberi sepotong kalimat sebagai penutup podcast, dilanjut doa penutup dan pemberitahuan terkait SatNite yang akan datang.
Jumpa lagi di podcast selanjutnya! Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. []
Jum’at, 9 Juni 2023 | 20.00-21.00
Kak Ihsan, Kak Sahar, Kak Bayu, Kang Saef











