Buletin Teman Surga 273: Baca Buku Tiket Masa Depanku!

0
2339

Buku adalah jendela dunia. Itu kata pepatah dulu. Dengan syarat, kita mau baca. Itu.

Sayangnya, pelajar sekarang bisa jadi sehari-harinya lebih sering mantengin layar HP daripada baca buku. Scroll TikTok, nge-like Instagram, atau binge-watching drama Korea bisa sampai berjam-jam, tapi baca buku? Waduh, satu halaman aja udah ngantuk!

Nggak percaya? Menurut laporan Perpustakaan Nasional RI tahun 2023, indeks kegemaran membaca masyarakat Indonesia hanya mencapai 63,9 dari skala 100, masih tergolong rendah. Selain itu, hasil survei PISA (Programme for International Student Assessment) 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-74 dari 79 negara dalam hal literasi membaca. Wah, kalau begini terus, kita bisa tertinggal jauh sama generasi muda di luar negeri! (Sumber: Perpusnas RI, PISA 2022)

Tuh kan, repot juga kalo pelajar alergi dengan kegiatan baca buku. Terkadang harus dipaksa oleh guru baru mau. Emang sereceh itu kegiatan baca buku?

# Baca Buku Banyak Tahu

Di balik tumpukan halaman yang sering kita anggap ‘ngantukin’ itu, ternyata ada tiket emas buat masa depan kita lho. Bukan kaleng-kaleng. Buku itu bisa jadi jalan ninja buat jadi versi terbaik diri kita yang dulu cuma bisa dikhayalin jadi hokage pas lagi bengong di kelas.

Buat kamu yang masih mikir, “Ngapain sih baca buku? Kan bisa langsung nonton YouTube aja!”, well, coba deh simak manfaat luar biasa dari kebiasaan membaca ini:

Pertama, Bikin Otak Makin Pintar. Membaca itu kayak gym buat otak. Semakin sering kita baca, semakin tajam ingatan dan daya analisis kita. Nggak percaya? Orang-orang sukses kayak Elon Musk, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg punya kebiasaan baca buku setiap hari lho!

Kedua, Buka Wawasan & Kreativitas. Mau jadi orang yang nggak gampang dikadalin hoax? Mau punya ide-ide fresh yang out of the box? Kuncinya: banyak baca! Dengan membaca, kita bisa tahu hal-hal baru dan populer yang nggak diajarkan di sekolah.

Ketiga, Melatih Kesabaran & Fokus. Di zaman serba instan kayak sekarang, banyak dari kita yang susah fokus dan gampang bosan. Nah, membaca itu bisa melatih kita buat lebih sabar dan terbiasa berpikir kritis.

Keempat, Memudahkan Sukses di Masa Depan. Coba pikirin deh, gimana mau jadi dokter, insinyur, atau pengusaha sukses kalau malas baca? Semua profesi butuh ilmu, dan ilmu itu didapat dari membaca. Seperti nasihat seorang ilmuwan muslim yang dikenal sebagai “Sang Bapak Kedokteran Modern.  Ibnu Sina (Avicenna). 

Dia bilang, “Aku tidak tidur semalam pun tanpa membaca atau menulis.”. Catet!

Jadi, nggak ada ruginya kan mulai rajin baca dari sekarang?

# Pahlawan dan Ilmuwan Islam: Mereka Juga Rajin Baca, Lho!

Tak hanya Ibnu Sina, yang sejak kecil terbiasa membaca ratusan buku filsafat, kedokteran, dan sains. Salah satu buku yang sangat ia kagumi adalah Metaphysics karya Aristoteles, yang ia baca lebih dari 40 kali! Hasilnya? Di usia 16 tahun, dia sudah jadi dokter, dan di usia 21 tahun, ia menulis kitab Al-Qanun fi At-Tibb, yang menjadi pedoman medis selama ratusan tahun.

Para pahlawan nasional dan ilmuwan Islam zaman dahulu juga udah kayak “bookfluencer” zaman sekarang. Mereka ngerti banget bahwa ilmu itu kekuatan, dan membaca adalah jalannya. Nggak heran kalau mereka jadi pelopor ilmu yang sampai sekarang masih kita pakai. Siapa saja mereka?

Bung Hatta – Wakil Presiden pertama Indonesia ini saking cintanya sama buku, sampai rela dipenjara sambil tetap membaca. Koleksi bukunya mencapai lebih dari 10.000 eksemplar! Beliau membaca berbagai buku tentang ekonomi, sejarah, dan politik. Bahkan, saat diasingkan ke Boven Digoel, beliau tetap membawa koper penuh buku.

Imam Syafi’i – Ulama besar ini sejak kecil sudah membaca kitab-kitab fikih dan hadits. Beliau menghafal Al-Qur’an di usia 7 tahun dan kitab Al-Muwatha’ karya Imam Malik di usia 10 tahun. Kebiasaannya membaca dan mencatat ilmu membuatnya menjadi salah satu pendiri mazhab dalam Islam.

Al-Farabi – Dijuluki “Guru Kedua” setelah Aristoteles, Al-Farabi membaca ratusan buku filsafat, logika, dan musik. Ia bahkan disebut menguasai 70 bahasa dan menghabiskan waktu berjam-jam sehari untuk membaca dan menulis.

Ki Hajar Dewantara – Tokoh pendidikan Indonesia ini tak hanya membaca buku tentang pendidikan, tapi juga menulis banyak esai untuk memajukan sistem pendidikan nasional. Ia mendirikan Taman Siswa, yang menjadi tonggak pendidikan bagi rakyat Indonesia.

Jadi, kalau mereka bisa sukses gara-gara rajin baca, kenapa kita nggak?

# Ini Cara Jitu Biar Tetap Doyan Baca!

Masalahnya, di era digital kayak sekarang, godaan buat baca itu besar banget. Jangankan baca buku tebal kayak novel klasik, buka e-book aja kadang kalah saing sama notifikasi TikTok dan story temen yang update tiap lima menit sekali. Bener nggak sih?

Fokus baca dua halaman, eh tiba-tiba udah pindah buka reels. Nah, biar ngga kehilangan tiket masa depan, berikut beberapa tips agar tetap doyan baca, walau godaan layar makin brutal. Tetap bisa menikmati buku tanpa ninggalin dunia digital.

  1. Batasi Screen Time, Biar Otak Nggak Kelelep Scroll

Coba jujur deh, sehari habis berapa jam buat mantengin layar HP? 3 jam? 5 jam? Atau malah 8 jam tapi nggak terasa karena keasyikan ngescroll?

Nah, mulai sekarang coba atur waktunya dengan bijak. Gunain fitur screen time di HP buat batasi waktu main medsos dan game. Misalnya, kasih batasan 1–1,5 jam aja per hari buat scroll hiburan, sisanya coba geser waktunya buat baca buku. Ingat ya, waktu kita itu aset, bukan buat dibuang-buang tanpa arah. Baca buku 15–30 menit sehari aja udah bisa bikin kita beda dari yang lain!

  1. Audiobook & E-Book: Solusi Buat Si Mageran

Kalau kita ngerasa pegang buku fisik itu berat banget (alias mager), sekarang ada audiobook. Kita tinggal dengerin isi buku kayak lagi dengerin podcast. Bisa sambil nyuci piring, rebahan, bahkan naik angkot.

Atau kalau kamu lebih suka baca di HP, coba e-book dari aplikasi kayak iPusnas, Wattpad atau yang lainnya. Yang penting isinya tetap nambah isi otak, bukan cuma nambah drama fiktif medsos. Hehehe…

  1. Mulai dari Buku yang Menarik, Biar Nggak Trauma Bacaan

Jangan maksa diri langsung baca buku yang berat dan bikin kening berkerut. Mulailah dari yang kita suka! Misalnya kalo suka dunia fantasi, coba baca novel petualangan. Termasuk anak visual? Komik edukatif bisa jadi pilihan.

Atau kalo lagi galau, buku self improvement atau motivasi remaja bisa banget nemenin hari-hari. Intinya, buku itu luas banget genrenya, tinggal cari yang klik sama kita. Baca itu kayak nyari jodoh—kalau cocok, bakal keterusan sampai pelaminan. Ups!

  1. Reading Journal: Catat, Tulis, Cerna Ulang

Biar nggak cepet lupa sama isi buku yang udah dibaca, kita bisa bikin reading journal atau buku catatan baca. Isinya bisa sesimpel nulis kutipan yang kita suka, pelajaran penting dari bab tertentu, atau bahkan opini kita tentang ending ceritanya.

Bisa juga kita isi dengan gambar, stiker, atau mind map biar makin menarik. Selain nambah ingatan, journaling ini juga bikin kita jadi lebih sadar sama perkembangan diri sendiri. Bonusnya, tulisan makin rapi dan ide kita makin tajam. Cadas!

# Menjemput Masa Depan Gemilang

Sekarang, keputusan ada di kamu. Mau jadi generasi perubahan yang keren, cerdas, dan berwawasan luas dengan membaca? Atau mau tetap jadi generasi rebahan yang cuma sibuk scroll medsos tanpa manfaat?

Membaca bukan sekadar hobi, tapi investasi buat masa depan. So, udah siap buat jadi generasi perubahan yang lebih cerdas dan berilmu? Yuk, mulai baca dari sekarang! []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here