Hijab mu, Izzah mu

0
591


Oleh: Ihsan (founder komunitas Dunia Akhirat Bareng)

Dulu di Yunani, kaum hawa hidup dalam kehinaan. Public discourse di Athena mengenai “Apakah itu wanita?” mengerucut pada kesimpulan bahwa Wanita Bukanlah Manusia. Ia hanya objek kepuasan, paling banter hewan.

Wanita-wanita Yunani dipertonkan, ditelanjangi karena hanya manusia yang berpakaian, diabadikan dalam lukisan-lukisan yang merendahkan derajat.

Namun Islam datang, menyelimuti kaum wanita dengan hijab kehormatan, menjadikan mereka sebagai manusia yang wajib dihormati dan disayang, baikk sebagai ibu, istri, atau ana perempuan.

Dulu di Arab, wanita diperdagangkan. Nilai wanita berbanding lurus dengan kemolekan dan kemampuan memuaskan pembelinya. Profesi paling tinggi yang bisa diraih oleh wanita adalah penari syahwat, mengumbar perut dan bagian tubuh lainnya.

Namun Islam datang, menutupi mereka dari rambut hingga ujung kaki, menjadikan mereka suci dari pandangan bejat dan melecehkan, disimpan hanya untuk yang berhak melihat dirinya.

Islam itu tinggi dan meninggikan. Tidaklah Islam perintahkan sesuatu kecuali untuk memuliakan manusia.

Syariat Islam adalah perintah Rabb-nya alam semesta, lebih tinggi dibandingkan budaya, apalagi sebatas hawa nafsu.

Lucu, apabila sesuatu yang mengumbar aurat, mempertontonkan diri pada yang tidak berhak, dikatakan seni dan keindahan, padahal itu merendahkan diri mereka sendiri.

Lucu, apabila panggilan dari Yang Maha Suci untuk menghadap-Nya, dikumandangkan di seluruh bumi selama lebih dari 14 abad tanpa henti, dikatakan kalah merdu dengan kidung. Bahkan sang penulis kidung tersebut akan malu jika ada orang yang mencatut gubahannya lebih indah daripada azan.

Hijab-mu, Izzah-mu.
Allah memerintahmu untuk menghijabi diri bukan untuk mengekang, merendahkan, apalagi menghinakan; melainkan menjadikan dirimu perhiasan paling baik di dunia dan bidadari paling cantik di akhirat.

#HijabmuIzzahmu
#DuniaAkhiratBareng
#TemanSurga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here